Senin, 23 Mei 2011

Tholabul Ilmi jalan menuju Surga

Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban yang sifatnya adalah fardu ‘ain bagi setiap muslim terutama adalah ilmu tentang agama, karena semua amalan yang kita lakukan harus berdasarkan ilmu, sebagaimana Allah katakan dalam ayat-Nya, Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya [QS.17:36]
Dalam menuntut ilmu tidak terbatas dalam satu tempat saja tetapi mungkin perlu di tempat lain yang harus menempuh suatu perjalanan, seperti setiap ahad pagi begitu banyak umat Islam yang menmpuh perjalanan menuju Solo Jawa tengah untuk menuntut ilmu di pengajian ahad pagi MTA. Perjalanan dalam rangka menuntut ilmu terutama ilmu agama adalah suatu perjalanan yang dihargai sangat tinggi oleh Allah yaitu surga, sebagaimana sabda Rasul , Barangsiapa menempuh perjalanan dalam rangka tholabul ilmi, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga (HR. Muslim).

Jadikanlah syaithan musuh bagimu

Suatu pertanyaan yang sering timbul, “Bagaimana menjadikan syaithan itu musuh, sementara kita  tidak bisa melihat atau mengetahui keberadaannya ?”

Senin, 25 April 2011

Ibu Kartini Dan Emansipasi Wanita dalam "Kacamata Islam"

Aduhhhh…. Susah banget sihh jadi perempuan,..!! ini gk boleh… itu gk boleh..!! mau berkarir di batesin, sekolah katanya gk perlu tinggi – tinggi,...!! truss bolehnya apaa yaa.. ?? hanya di rumah mengurus suami & anak saja ??
 
Bener gk sihh Islam memberikan batasan wanita dalam beraktivitas, apa saja batasannya, dan kenapa.. ? atau itu hanya propaganda musuh – musuh islam dalam menciptakan “islamphobia” sehingga ajaran islam akan ditinggalkan oleh ummatnya sendiri. Bukan kah kata Nabi S.A.W “Islam diawali dengan keterasingan dan di akhir zamanpun islam akan kembali menjadi asing” semoga Allah menjauhkan kita dari hal tsb.
Emansipasi berasal dari bahasa latin “emancipatio” yang artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Di zaman Romawi dulu, membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orang tua, sama halnya dengan mengangkat hak dan derajatnya.
Gerakan emansipasi wanita ini sebenarnya tumbuh subur dari akar system sekuler tatkala mereka memisahkan nilai agama dari kehidupan, mengganti dengan pemikiran yang bersumber dari ideology materialisme, rasionalisme, komunisme, kapitalisme, nasionalisme, sosialisme serta liberalisme. Semua pemikiran tersebut berangkat dari sikap penolakan wahyu dan mengingkari adanya Allah sehingga menuhankan diri sendiri dan membuat aturan sendiri. Emansipasi wanita sangat giat dalam memutarbalikkan kebenaran dan pemahaman yang dipengaruhi oleh kepentingan materi serta pemikiran social untuk menghilangkan nilai agama dan melunturkan aqidah bahkan mempromosikan pemikiran atheis.

kedudukan wanita dalam islam

Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.

Minggu, 10 April 2011

Meningkatkan Kwalitas Aktifitas Hidup dengan PROTAB

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan kepada seluruh pengikut beliau yang selalu berusaha bersungguh-sungguh mengikuti jalan petunjuk-Nya Segala puji bagi hanya bagi Allah Tuhan semesta Alam, Allah SWT telah menjelaskan tentang segala keteraturan dan ketelitian dengan apa-apa yang Allah ciptakan sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya.
yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS. 25:2)
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. (QS. 15:19)
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu. (QS. 15:21)
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS. 54:49)
.
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan ukuran, aturan dan ketelitian. Keteraturan dan ketelitian dan kerapian itu ada yang bisa dilihat oleh manusia, namun ada pula yang tidak bisa dilihat. Misalnya dengan melihat rasi bintang di alam raya maka manusia membuat hitungan waktu, dari tahun, bulan, minggu, hari, jam dan detik.
.
Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, ……….(QS. 9:36)
.
Segala puji bagi Allah, Allah telah menjadikan Islam pembuka hati dan aqal manusia memikirkan kehendak Allah Tuhan Yang Maha Esa. Islam telah membuka cakrawala dunia ilmu pengetahuan. Keteraturan dan keunikan ciptaan Allah pada zaman ini telah terbuka dan membajir di segenap obyek kehidupan.
PROTAB (prosedur tetap ) termasuk ilmu yang sangat dikenal oleh manusia-manusia modern. Sebagai ciptaan Allah, bahwa segala sesuatu ada sunatullahnya dan ada keunikan karakteristiknya. Bangsa-bangsa maju menuangkan protab mereka dalam bentuk standarisasi-standarisasi atau pula dalam bentuk flowchart (diagram alir). Yang setiap waktu diperbaiki dan diperbaiki untuk mendapatkan tingkat effisiensi dan effektititas yang terbaik sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Seluruh bangsa-bangsa yang dikatakan sebagai bangsa superpower, mereka semua telah mendidik bangsanya untuk mentaati segala bentuk PROTAB, yang tertuang dalam bentuk aturan-aturan disetiap aktifitas kehidupan.
Protab yang baik dan selalu disempurnakan akan membuat manusia semakin effisien menggunakan waktu hidupnya. Protab jugalah yang akan memudahkan penyeragaman langkah-langkah dalam setiap aktifitas sekelompok umat manusia yang sedang menangani masalah-masalah secara bersama. Sehingga di hari ini kita melihat di Jurusan-jurusan sekolah Kedokteran, sekolah Militer, sekolah Komputer, sekolah Industri, disamping manusia mempelajari inti ilmunya, biasanya manusia diajak untuk menyusun Protab-Protab yang akan membuat segala sesuatu bisa berjalan dengan lebih effektip dan effisien.
Manusia sering melihat sifat unik dari perjalanan matahari sehinga sangat unik pula akibatnya bagi bumi, misalnya berkenaan dengan musim dan panjangnya antara siang dan malam hari, kecuali kalao ada saat-saat kelainan, misalnya ketika hari qiyamat terjadi. Sehingga sebenarnya sifat unik atau sunatullah itulah yang dipelajari oleh manusia untuk dipahami dan manusia melakukannya mengikuti sifat-sifat unik tersebut.
Tidak ada bangsa-bangsa maju kecuali rakyatnya dididik untuk pandai-pandai membuat protab yang effektif dan effisien. Hampir seluruh Negara-negara maju adalah Negara-negara yang mendidik rakyatnya dengan pendidikan sistem militer, yang disiplin, mentaati protab-protab yang telah dibuat dan hidup mengikuti flowchart-flowchart yang sudah dibuat dan diuji serta dipahami untuk dijalankan bersama dengan disiplin.
Bangsa-bangsa yang maju telah memiliki standarisasi-satandarisasi dalam segala aspek kehidupan. Dan segala prosedur tersebut sudah diajarkan kepada publik dan dilakukan secara bersama-sama sebagaimana di dalam dunia industri yang membutuhkan kepresisian yang sangat tinggi.
Umat Islampun dalam beragama Islam seharusnya mengikuti protab yang telah di ajarkan oleh Rasulullah. Disamping isi dari kandungan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun juga harus mengikuti dengan langkah yang sama dalam membangun jiwa manusia sesuai jenjang-jenjang tangga yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Ketika umat semakin banyak dan semakin banyak dan semakin banyak dan semakain banyak, bila jenjang-jenjang pemahaman dan mengamalan itu diajarkan secara sempurna sesuai dengan generasi pertama Islam, maka insyaallah kita sudah berusaha untuk mengikuti langkah yang terbaik dalam membangun kepribadian umat Islam khususnya.
Dapat disimpulkan, dari zaman ke zaman bahwa manusia yang ingin hidup dengan lebih berkwalitas haruslah mau membuat protab-protab yang alamiyah yang kemudian dipatuhi dan diatati serta disempurnakan dari waktu ke waktu.
Bangsa-bangsa modern telah menjadikan protab-protab sebagai standarisasi yang disosialisasikan kepada khalayak ramai untuk difahami dan dipatuhi. Tidak ada bangsa modern yang tidak mematui protab-protab yang memang telah terbukti menghasilkan karya-karya yang  monumental dan Gemilang………. Segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta Alam       ( Alhamdulillahi robbil alamin) Wallahu a’lam

Senin, 21 Februari 2011

bicara efektif



“Saya seorang suami usia 40an tahun. Saya lebih suka dipanggil ‘mas’ oleh istri saya daripada dipanggil ‘bapaknya anak-anak’. Apakan saya berlebihan dengan sikap seperti itu? Menurut saya, saya merasakan harmonis sekali setelah usia segini(40+) jika dibandingkan saat baru nikah dahulu. Namun, kemudian saya berpikir akhir-akhir ini bahwa kecemburuan saya meningkat karena istri saya pernah ditelepon oleh orang yang mau menikahi istri saya dahulu tapi istri saya tidak mau. Nah sekarang saya justru semakin lebih sayang lagi kepada istri sampai-sampai kalau mau tidur saya pijetin. Apakah saya berlebihan?”
Dalam hubungan suami istri tidak ada sesuatu yang berlebihan untuk kemesraan asalkan sesuai dengan tuntunan dalam Al-Qur’an. Perlakukan dan dekati pasangan Anda dengan baik, ‘dengan baik ‘ maksudnya adalah sesuai dengan tuntunan. Semua sudah ada ilmunya dalam Islam, apabila ingin membuat romantisme seperti apa pun itu boleh saja namun sekali lagi harus sesuai dengan tuntunan. Tidak ada hal-hal yang menghalangi romantisme dalam bercengkrama suami dengan istri, masalah kalau maunya dipanggil ‘mas’ ya tidak ada salahnya atau misalnya ‘sayang, udah maem?’ atau ‘honey’ itu boleh dan bukan termasuk lebay.
Alasan ‘dengan ditelepon laki-laki kok tambah sayang’ justru menjadikan sang istri ingin terus ditelpon laki-laki lain supaya suami tambah sayang. Statement tersebut memberikan kesimpulan bahwa tambah sayangnya suami kepada istri karena sang istri diperhatikan laki-laki lain dan atau bisa juga menimbulkan anggapan bahwa suatu saat nanti begitu tidak ada laki-laki lain yang memperhatikan istri Anda kemudian mengira si-istri sudah tidak laku kemudian diklèmprakké, jangan seperti itu. Jadi, bertambah sayang kepada istri tentunya berharap supaya sang istri betul-betul nyaman dengan Anda, insyaAllah nanti bakti istri kepada Anda otomatis totalitas akan bertambah. Tidak ada kata ‘berlebihan’ antara suami dan istri asal sama-sama ridhonya.
Anda termasuk berperilaku yang positive karena tidak cemburu buta, misalnya saja, melihat sang istri ditelepon laki-laki lain kemudian suami merasa tidak terima malah perilaku suami menjadi perilaku yang negative. Dikondisikan seperti kompetisi saja “kalau kamu(misal: laki-laki yang menelepon si-istri) dapat menelepon istri saya, maka saya(suami) tidak hanya menelepon bahkan dapat memeluk dan lain-lainnya lebih dari yang kamu(laki-laki yang menelepon si-istri) lakukan”. Makanya, sang suami tentunya lebih mampu memperlakukan sang istri jauh lebih baik.
Istri yang kretif kadang-kadang menciptakan panggilan untuk suaminya tidak hanya satu (bervariasi) seperti contohnya: mas, honey, sayang, cinta, dèn bagus-è, dll begitu juga dengan suami, namun panggilan yang baik-baik dan indah karena berbicara efektif mengeluarkan kata-kata yang baik.